INGIN SUKSES BISNIS? TIDAK ADA PILIHAN, IKUTI MUHAMMAD SAW

Mohammad_SAV.svg

Saat korupsi, kebohongan, kecurangan, kekerasan yang “menggila” di semua aspek kehidupan di Indonesia dimana saya menyebutnya dengan istilahPremanisme, banyak yang berpendapat bahwa inilah puncak kesulitan kehidupan khususnya di Indonesia. Hanya yang kuat yang akan suskses dan bertahan.
Tidak heran premanisme merajai Indonesia di segala bidang. Premanisme tidak hanya terlihat dengan banyaknya tawuran dan kekerasan yang terkesan di biarkan, pembunuhan menjadi sangat biasa dan nyawa begitu murah.
Premanisme juga terlihat jelas terang benderang dalam urusan bisnis. Lihat saja dengan “tenang dan tersenyum” para pelaku jual beli proyek pemerintah mulai dari pejabat sampai pengusaha yang memperebutkan “Permen” ibarat anak kecil dan seolah-olah tindakannya “wajar dan benar” padahal dananya berasal dari APBN yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat, Naudzubillah.

Godaan premanisme bisnis memang dahsyat, seperti pernah saya alami saat saya “di tantang” untuk me-Revitalisasi dan menghidupkan sebuah Mall tua di Bandung, dengan ringan mereka meminta saya mark up harga. Saya hanya terdiam, lalu BBM Dirutnya begini “Pak, saya mundur dari proyek kalo ada mark up dan sebagainya, karena saya orangya penakut, bukan takut sama KPK tapi takut sama Allah” yang bikin heboh di instansi tersebut. Tapi Allah memang maha adil karena perusahaan saya yang menyusun konsep dan design, maka rizki Allah tidak akan tertukar.

Pendapat saya berikut ini mungkin akan di bilang aneh oleh banyak pebisnis, tapi saya berpendapat sebaliknya yaitu “JADILAH KITA PEBISNIS JUJUR SECARA TOTAL” saya yakin 1000% Allah akan menangkan Pebisnis Jujur justru di saat kondisi Premanisme Bisnis merajalela, ini logika dan sejarahnya.

Muhammad Saw adalah Pebisnis Paling Sukses dengan Modal Jujur
Dengan lantang saya katakan bahwa Pebisnis paling jujur yang pernah ada dan satu-satunya di muka bumi adalah Muhammad Saw, saya tidak menyebut Nabi atau Rosulullah, karena setelah Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi, beliau total meninggalkan bisnis untuk berdakwah menyebarkan agama Islam.
Sejak usia kecil Muhammad SAW sudah terlatih bisnis dengan menjadi pengembala ternak di bimbing sang Kakek Abdul Mutholib. Masuk usia remaja sepeninggal sang Kakek beliau tinggal dengan seorang pebisnis ulung di masa itu yaitu sang Paman Abu Tholib yang mengajak Muhammad SAW merantau keluar kota mekah untuk menjadi pebisnis paling sukses dalam sejarah Islam.

Apa yang menjadi modal Muhammad SAW sukses berbinis sampai mencapai puncak karir menjadi CEO dari Khadijah Trading Corporation, sebuah korposari bisnis milik Khadijah binti Khwalid seorang wanita terhormat sekaligus pengusaha paling kaya dan sukses dalam sejarah Islam yang di gelari wanita bertangan Emas, karena setiap bisnis yang dijalankannya senantiasa sukses dan menguntungkan. (istilah keren Khadijah Trading Corporation adalah karangan saya saja hehehe)

Modal utama Muhammad menjadi pebisnis sukses adalah Trusteed Person sampai beliau di gelari Al Amin atau manusia terpercaya. Kenapa beliau digelari Al Amin? karena saat itu adalah zaman jahilillah (kegelapan) dimana tokoh yang jujur dan dapat dipercaya sangatlah langka. Maka bila kita persamakan kondisi Premanisme saat ini sebagai kembalinya zaman jahilillah di era modern, maka MENJADI TRUSTEED PERSON ADALAH MODAL TERBAIK UNTUK PEBISNIS SUKSES, dengan mengikuti jejak Muhammad Saw, karena kejujuran saat ini ibarat barang langka nan bernilai mahal yang di perebutkan orang.

Bagaimana caranya? mudah saja ikuti ahlaq Muhammad SAW berikut dalam berbisnis:

  1. Muhammad SAW, adalah manusia paling beriman yg ada di muka bumi, IMAN yang menjaga beliau YAKIN bisnis jujur yang beliau jalankan akan sukses.
  2. Muhammad SAW jujur dan terbuka atas produk yang di jual, baik kualitas apalagi takarannya. Beliau pisahkan dan jelaskan bila ada produk yang kualitasnya kurang baik atau rusak.
  3. Muhammad SAW melayani customer dengan hati karena bagi beliau customer ibarat saudaranya sendiri, bila konsumen puas maka beliaupun puas. (Customer Satitsfaction).
  4. Muhammad SAW mengambil keuntungan secara wajar, karena bagi beliau keuntungan bukan hanya hak penjual tapi juga pembeli yang mendapatkan produk terbaik dengan harga yang pantas.
  5. Muhammad SAW terbuka dalam harga, kadang bila ada customer yang gigih menawar, beliau tetap sabar dan dengan besar hati beliau sebutkan harga modalnya dan menyerahkan profitnya kepada customer. Suhnanallah. Allahuma Sholi Ala Muhammad.
Ketinggian ahlaq dalam bisnis inilah yang menjadikan Muhammad muda menjadi “Trending Topic” ke seantero jazirah Arab sehingga setiap beliau berbisnis selalu sukses dan dirindukan oleh pelanggan. Ketinggian ahlaq ini juga yang menarik kepenasaran Khadijah hingga mempercayaan penuh kepada Muhammad SAW untuk mengelola bisnis konglomerasi miliknya sampai mendapat kesuksesan yang luar biasa, hingga menarik hatinya dan akhirnya Allah mepersatukan mereka menjadi suami istri Pasangan Agung yang pernah ada di muka bumi.
Jadi buat saya pribadi tidak ada pilihan bila ingin sukses berbisnis, apakah anda seorang Muslim atau non Muslim, Trusteed Person adalah modal utama kita dalam ikhtiar mengapai sukses bebisnis. Mari sahabat! walau memegang idealisme dan berlaku jujur di era godaan dahsyat dunia saat ini ibarat memegang bara api, tapi wajib kita ikhtiarkan.
Salam Semangat, sukses untuk sahabat semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: